Meriahkan HUT Sultra ke-62, Muna Barat Pamerkan Potensi Unggulan di Karnaval Budaya

Meriahkan HUT Sultra ke-62, Muna Barat Pamerkan Potensi Unggulan di Karnaval Budaya
PPID. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat berpartisipasi dalam karnaval budaya yang menjadi rangkaian pembukaan Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-62 di pelataran Tugu MTQ Kendari, Jumat (24/4/2025). Barisan defile Muna Barat tampil dengan menonjolkan kekayaan tradisi serta potensi sumber daya alam daerah di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Rombongan Muna Barat dibawah pembinaan langsung oleh Bupati La Ode Darwin bersama Ketua TP-PKK Rhika Purwaningsih Darwin, serta didampingi Wakil Bupati Ali Basa dan Wakil Ketua TP-PKK Kadiani Runa Alibasa. Barisan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga kepala desa se-Kabupaten Muna Barat.

Dalam iring-iringan tersebut, barisan terdepan menampilkan tiga maskot komoditas utama Muna Barat, yakni jagung, kepiting, dan sapi. Maskot jagung dihadirkan sebagai lambang kesuburan pertanian, kepiting sebagai primadona sektor perikanan, dan sapi sebagai simbol ketangguhan peternakan. Ketiga elemen ini merepresentasikan visi pertumbuhan ekonomi Muna Barat yang tangguh berbasis pada ketiga sektor unggulan tersebut.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan bahwa partisipasi ini merupakan wujud kebanggaan sekaligus komitmen daerah dalam mendukung kemajuan provinsi. "Karnaval ini adalah momentum penting bagi kita untuk menunjukkan jati diri Muna Barat. Melalui simbol-simbol yang kami bawa, kami ingin menegaskan bahwa Muna Barat siap menjadi penopang ekonomi Sulawesi Tenggara melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan yang berkelanjutan," ujarnya di sela-sela acara.

Menyusul di belakangnya, deretan tokoh dan peserta karnaval tampil elegan dengan mengenakan busana pakaian adat dan tenun khas Muna Barat. Penggunaan wastra daerah ini mencerminkan identitas sumber daya manusia Muna Barat yang cerdas dan sehat, namun tetap memegang teguh iman serta nilai-nilai budaya leluhur.

Setibanya di panggung kehormatan VVIP, suasana semakin meriah saat sejumlah tokoh pemuda memperagakan tarian Ewa Wuna, sebuah atraksi bela diri tradisional khas Muna. Selain sebagai bentuk kemeriahan hari jadi provinsi, partisipasi ini menjadi ajang promosi budaya lokal sekaligus momentum strategis pariwisata untuk memperkuat identitas daerah.

Kegiatan karnaval budaya ini berfungsi sebagai sarana edukasi dan pemersatu tradisi antar kabupaten di Sulawesi Tenggara. Rangkaian acara diakhiri dengan aksi Bupati Muna Barat beserta jajaran yang membaur bersama peserta defile lainnya dalam tarian Lulo, sebuah tarian rakyat Sulawesi Tenggara yang menjadi simbol persatuan dan kebersamaan.

Penulis : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)