Musrembang RKPD 2027, Pemkab Muna Barat Fokus pada Hilirisasi dan Kemandirian Ekonomi

Musrembang RKPD 2027, Pemkab Muna Barat Fokus pada Hilirisasi dan Kemandirian Ekonomi
PPID. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di aula Kantor Bupati Muna Barat, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, guna menyusun dan menyepakati skala prioritas pembangunan daerah yang berfokus pada penguatan sektor unggulan. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muna Barat, unsur Forkopimda, Kabid Pengembangan SDM Bappeda Prov. Sulawesi Tenggara, asisten, staf ahli, seluruh kepala OPD, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin menegaskan bahwa RKPD 2027 mengusung tema "Percepatan Kemandirian Ekonomi melalui Hilirisasi Pertanian-Perikanan dan Optimalisasi Pariwisata yang Terintegrasi dengan Pembangunan Infrastruktur Konektivitas Wilayah". Ia menekankan pentingnya transformasi dari pola ekonomi primer menuju ekonomi bernilai tambah (hilirisasi) guna menghadapi tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas dan perubahan iklim. Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata harus menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Bappeda Muna Barat, Raden Djamun Sunyoto, memaparkan sejumlah capaian indikator pembangunan berdasarkan UU No. 25 Tahun 2004. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Muna Barat tahun 2025 mengalami kenaikan menjadi 3,60 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 3,06 persen. "Capaian indikator kita secara umum menunjukkan tren positif. Meskipun pertumbuhan ekonomi belum mencapai target 4,25 persen, namun peningkatan IPM menjadi 69,18 dan keberhasilan menekan angka kemiskinan menjadi 12,83 persen adalah fondasi kuat untuk perencanaan 2027," ujar Raden Djamun Sunyoto dalam laporannya.

Sementara itu, Kepala BPS Muna, Leman Jaya, memberikan catatan mengenai capaian pembangunan dari sektor ekonomi serta dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menjelaskan bahwa meski indikator sosial seperti Angka Harapan Hidup (71,32) dan rata-rata lama sekolah (8,31) menunjukkan tren kenaikan, terdapat dinamika pada sektor ketenagakerjaan. "Kami mencatat tingkat pengangguran terbuka mengalami kenaikan tipis menjadi 2,76 persen dari sebelumnya 2,06 persen. Oleh karena itu, sinergi data melalui Sensus Ekonomi 2026 sangat krusial agar intervensi kebijakan pemerintah daerah ke depan lebih tepat sasaran," kata Leman Jaya.

Melalui forum ini, seluruh elemen pemangku kepentingan diharapkan dapat mensinergikan program kerja demi tercapainya target pembangunan yang lebih adaptif dan cerdas di masa depan.

Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)