Pastikan Program Berjalan Efektif, Plt Kadis Peternakan Mubar Tinjau Kesuksesan Kelompok Ternak di Dua Kecamatan

Pastikan Program Berjalan Efektif, Plt Kadis Peternakan Mubar Tinjau Kesuksesan Kelompok Ternak di Dua Kecamatan
PPID. MUNA BARAT. GO. ID Plt. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Muna Barat, La Samarudin, memimpin tim monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kelompok peternak penerima bantuan ayam petelur pada Kamis (16/4/2026). Peninjauan yang dilakukan di Desa Katangana dan Desa Labokolo ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program bantuan pemerintah yang dinilai telah berhasil dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil monev, Kelompok Sumber Rejeki di Desa Katangana menunjukkan perkembangan yang signifikan. Dari bantuan awal sebanyak 400 ekor ayam pada tahun 2025, kelompok ini berhasil menambah populasi sebanyak 750 ekor secara mandiri melalui keuntungan penjualan telur. Pencapaian serupa juga terlihat pada Kelompok Tunas Sari di Desa Labokolo. Dari populasi awal 700 ekor, mereka mampu menambah 500 ekor ayam lagi menggunakan dana kas kelompok pada tahun 2026.

Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Muna Barat, La Samarudin, menyatakan apresiasinya atas kedisiplinan para peternak dalam menerapkan manajemen pakan dan kesehatan hewan. "Hasil monev hari ini sangat membanggakan. Kelompok Sumber Rejeki dan Tunas Sari adalah bukti nyata bahwa bantuan pemerintah jika dikelola dengan manajemen pakan dan kesehatan yang baik, akan menjadi mesin ekonomi yang berkelanjutan," ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pendampingan teknis akan terus dilakukan agar pola keberhasilan ini dapat diterapkan oleh kelompok peternak lainnya di Muna Barat.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan bahwa kemandirian kelompok peternak di wilayah Tiworo Selatan dan Tiworo Tengah ini merupakan langkah strategis daerah dalam memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, keberhasilan para peternak tersebut membuktikan bahwa masyarakat Muna Barat memiliki karakter pekerja keras dan mampu mengelola bantuan secara produktif tanpa terus bergantung pada APBD.

"Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadikan Muna Barat sebagai lumbung pangan, khususnya pemenuhan protein hewani lewat telur. Target kita ke depan adalah mengurangi ketergantungan pasokan telur dari luar daerah, dan kelompok-kelompok ini adalah pionirnya," jelas La Ode Darwin.

Keberhasilan peningkatan populasi ayam petelur ini tidak lepas dari koordinasi intensif antara dinas terkait dengan para ketua kelompok. Melalui pengelolaan finansial yang sehat dan pemeliharaan yang disiplin, kelompok-kelompok tersebut kini telah bertransformasi menjadi unit usaha mandiri yang menopang ekonomi pedesaan di Muna Barat.

Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini dan Aspirasi Publik Diskominfo-SP)