Pawai Budaya Harmoni Sultra: 17 Kabupaten/Kota Tampilkan Kekayaan Budaya dan Ikon Daerah

Pawai Budaya Harmoni Sultra: 17 Kabupaten/Kota Tampilkan Kekayaan Budaya dan Ikon Daerah
PPID.MUNABARAT.GO.ID-Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi membuka rangkaian perhelatan akbar bertajuk "Harmoni Sultra 2026" dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sultra. Acara dimulai dengan Pawai Budaya spektakuler yang dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra didampingi Kepala Dinas Kominfo Sultra pada Jumat (24/4/2026).

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, pawai budaya dalam rangka HUT Provinsi secara resmi saya nyatakan dilepas," ucap Sekda saat membuka barisan perdana peserta pawai.

Pawai Budaya melibatkan ribuan peserta yang melintasi kawasan Lapangan Eks-MTQ Kendari. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kekayaan tradisi dan potensi daerah dari 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara. Pawai diawali oleh barisan Paskibraka, disusul Marching Band SMAN 4 Kendari, unsur POLRI, organisasi masyarakat Tamalaki, BKMT Sultra, hingga delegasi dari Universitas Muhammadiyah. Barisan ini menjadi pembuka dari rangkaian panjang defile yang menampilkan keragaman etnis di Bumi Anoa.

Kabupaten Muna Barat tampil menonjol dengan rombongan yang mengenakan kostum Kabhantapi berwarna kuning cerah. Tidak hanya itu, atraksi Ewa Wuna (Silat Muna) yang diiringi tabuhan Rambi Wuna berhasil menyedot perhatian warga yang memadati rute pawai.

Guna menegaskan identitas Bumi Laworo, Muna Barat mengusung ikon yang menonjolkan kekayaan sumber pertanian, peternakan, dan perikanan. Replika hasil bumi dari Muna Barat tampil sebagai ikon rombongan pawai. Tiga Pemuda dan Pemudi asal Muna Barat mengenakan kostum berbentu Karofa (kepiting bakau), Jagung, dan Sapi.

Selain Muna Barat, kabupaten lain juga tampil dengan keunikan tersendiri. Kabupaten Muna tampil megah dengan mengusung sejarah Kerajaan Wuna yang didampingi Laskar Semut Merah, menampilkan sosok Raja Muna La Ode Riago (Sangia Kobenteno) serta perangkat kerajaan lengkap seperti Bonto Balano dan perangkat keagamaan.

Kabupaten Konawe Utara hadir dengan tema "Konosara dalam Harmoni Budaya", sementara Kabupaten Konawe membawa ikon Tugu Konosara dan baju karnaval burung Hoa. Kota Baubau, Buton, dan Buton Tengah juga turut memamerkan kekayaan wastra dan seni silat tradisi mereka.

Perjalanan pawai berakhir di Tugu MTQ Kendari, di mana Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, telah menunggu untuk menyambut seluruh kontingen. Di garis finish, setiap daerah menampilkan pertunjukan seni terbaiknya, mulai dari tari kreasi hingga atraksi bela diri tradisional. Kegiatan ditutup dengan momen kebersamaan melalui tarian Lulo bersama yang diikuti oleh seluruh peserta dan tamu undangan.

Penulis : Wa Ode Hasrana, Mizana Ishak, A.Md.Kom (Staf Kominfo)
Editor : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)