Bupati Muna Barat Kunjungi Pelapor Dugaan Kekerasan Seksual, Minta Pendampingan Intensif DP3A

Bupati Muna Barat Kunjungi Pelapor Dugaan Kekerasan Seksual, Minta Pendampingan Intensif DP3A
PPID. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat (Mubar), La Ode Darwin, melakukan kunjungan langsung ke Desa Guali, Kecamatan Kusambi, pada Selasa, 27 Januari 2026, untuk menemui salah satu pelapor dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang melibatkan pimpinan Pondok Pesantren Darul Mukhlasin. Kunjungan ini dilaksanakan menyusul isu yang berkembang luas di masyarakat dan media sosial mengenai laporan polisi tersebut, dengan tujuan utama untuk mengklarifikasi kondisi pelapor serta memastikan kesehatan psikologisnya.

Kunjungan Bupati Mubar, La Ode Darwin, didampingi oleh Ketua TP-PKK Muna Barat, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Camat Kusambi, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Kedatangan rombongan ini merupakan tindak lanjut setelah sehari sebelumnya Bupati melakukan sidak di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin. Dalam kunjungan tersebut, Bupati berdialog langsung dengan pelapor yang mengaku korban untuk mendengarkan kronologi kejadian, yang berdasarkan keterangan pelapor telah terjadi beberapa kali sejak tahun 2023.

Setelah sesi dialog, Bupati Muna Barat menggelar konferensi pers di hadapan awak media. Ia mengungkapkan bahwa terdapat dua keterangan yang berbeda antara hasil tinjauan di pondok pesantren dengan pengakuan yang diberikan oleh pelapor. “Saya tidak bisa membenarkan salah satu di antara mereka. Kami menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Polres Muna terhadap laporan yang sudah dilakukan oleh pelapor,” ujar Bupati, menegaskan posisi netral Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar.

Bupati Mubar menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi psikologis pelapor saat ini. "Maksud kami hari ini untuk mengklarifikasi langsung pelapor dan melihat kondisi psikologisnya. Kondisi psikologis pelapor agak terganggu, sedikit drop, tentu ini menjadi bahan perhatian kami Pemda Kabupaten Muna Barat," jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemda Mubar langsung menginstruksikan Dinas DP3A untuk melakukan pendampingan psikologis dan memastikan agar terduga korban tidak mengalami tekanan dari pihak luar. Kepala Dinas DP3A, Takari Abdullah, membenarkan bahwa tim pendampingan telah bergerak cepat untuk menangani kasus ini. "Kami sudah siapkan tim terpadu, termasuk psikolog dan pekerja sosial, untuk memastikan trauma korban teratasi. Ini adalah prioritas utama kami. Kami juga memastikan semua proses dilakukan secara tertutup demi menjaga privasi dan keamanan mental pelapor," ujar Takari Abdullah.

La Ode Darwin secara spesifik meminta DP3A untuk mengecek setiap tamu yang berinteraksi dengan pelapor guna mencegah adanya intervensi dari pihak tertentu yang berpotensi menghambat proses hukum. "Kesimpulannya, kita menunggu hasil kerja penyelidikan yang dilakukan Polres Muna, seperti apa hasilnya harus kita terima bersama," tutup Bupati.

Penulis : Kabid Peng. Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo-SP (Ali kadirun, S.Pd, MP)