Ketua TP-PKK Muna Barat Dampingi Bupati Perkuat Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Ketua TP-PKK Muna Barat Dampingi Bupati Perkuat Edukasi Kebencanaan di Sekolah
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, mendampingi Bupati Muna Barat La Ode Darwin dalam kegiatan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana bagi siswa SMA Negeri 1 Barangka, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Muna Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi berbagai potensi bencana di lingkungan sekitar.

Kehadiran Ketua TP-PKK Muna Barat dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan edukasi kebencanaan, khususnya dalam membangun kesadaran keselamatan sejak usia sekolah. Pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Muna Barat La Ode Darwin membuka secara langsung pelatihan yang diikuti para siswa SMA Negeri 1 Barangka. Turut hadir Kepala Pelaksana BPBD Muna Barat Muhammad Naazirun, Kasatpol PP Muna Barat Bakhrun Laemaka Siharis, serta Kepala SMA Negeri 1 Barangka La Resi.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan bahwa kesadaran terhadap bencana perlu dibangun sejak usia sekolah. Menurutnya, siswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga harus memahami tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

“Edukasi kebencanaan sangat penting diberikan sejak dini. Anak-anak harus mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana,” kata La Ode Darwin.

Bupati juga berharap pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diteruskan oleh siswa kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Harapan kita, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengetahui tindakan yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Mereka juga bisa menyampaikan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan masyarakat sekitarnya,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua TP-PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, menilai edukasi kebencanaan memiliki kaitan erat dengan upaya membangun ketahanan keluarga. Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak memperoleh pengetahuan dan kebiasaan dalam menjaga keselamatan.

Rhika mendorong agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat diteruskan kepada orang tua dan anggota keluarga sehingga kesadaran terhadap pencegahan dan kesiapsiagaan bencana dapat tumbuh dari lingkungan sekolah hingga lingkungan rumah.

“Edukasi kebencanaan tidak cukup hanya dipahami di sekolah. Pengetahuan ini perlu dibawa pulang dan dibagikan kepada keluarga, karena keluarga merupakan salah satu lingkungan penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana,” ujar Rhika.

Ia juga mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang peduli terhadap keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti berhati-hati menggunakan peralatan listrik, memastikan kompor dan sumber api dalam keadaan aman, serta tidak membakar sampah sembarangan merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dapat dimulai dari rumah.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Muna Barat, Muhammad Naazirun, mengatakan pelatihan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas siswa dalam mengenali potensi ancaman bencana dan memahami langkah-langkah mitigasi.

“Yang kita bangun adalah pengetahuan dan kesiapsiagaan. Siswa harus tahu bagaimana menyelamatkan diri dan bagaimana membantu orang lain dalam batas kemampuan mereka ketika terjadi bencana,” kata Muhammad Naazirun.

Menurut Naazirun, edukasi secara rutin diperlukan agar siswa tidak panik ketika menghadapi kondisi darurat karena telah memahami prosedur keselamatan.

“BPBD Mubar akan terus mendorong kegiatan edukasi kebencanaan di lingkungan satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketangguhan masyarakat,” ucapnya.

Kepala SMA Negeri 1 Barangka, La Resi, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, materi pencegahan dan mitigasi bencana sangat relevan bagi siswa karena sekolah merupakan tempat berkumpulnya banyak orang sehingga diperlukan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak-anak mendapatkan pengetahuan yang mungkin belum mereka dapatkan secara mendalam di dalam kelas,” ungkapnya.

La Resi berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk karakter yang peduli terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Melalui kegiatan tersebut, TP-PKK Kabupaten Muna Barat turut mendorong penguatan peran keluarga sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih tangguh menghadapi bencana. Edukasi yang dimulai dari sekolah diharapkan dapat diteruskan ke rumah dan lingkungan masyarakat sehingga budaya sadar bencana semakin kuat di Kabupaten Muna Barat.

Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)