PPID.MUNABARAT.GO.ID- Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan sektor kelautan dan perikanan meski di tengah efisiensi anggaran. Komitmen ini diwujudkan dalam bentuk penyerahan bantuan hibah berupa sarana dan prasarana perikanan kepada masyarakat secara simbolis oleh Bupati Muna Barat, Laode Darwin. Penyerahan dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Muna Barat sebagai bagian dari rangkaian Apel Gabungan Lingkup Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Senin (5/10/2026).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Muna Barat, Sukarti Lykra, menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan dalam rangka mendukung Program Kedaulatan Pangan Nasional serta menyukseskan Visi dan Misi Bupati Muna Barat di sektor kelautan dan perikanan. Proses penjaringan kelompok penerima manfaat berdasarkan usulan kelompok binaan dan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Untuk penjaringan penerima bantuan itu datanya bersumber dari penyuluh perikanan serta hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dengan usulan kelompok binaan. Saat ini, di Muna Barat terdapat 10 kelompok binaan yang menjadi fokus sasaran," ujar Sukarti Lykra usai penyerahan bantuan.
Terkait pembiayaan, Sukarti mengungkapkan bahwa pemenuhan sarana ini didanai melalui kolaborasi multi-anggaran yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI melalui program reguler, dana aspirasi Komisi IV DPR RI (APBN), serta APBD Muna Barat 2026. Kendati demikian, porsi terbesar serapan anggaran ditarik dari anggaran pusat.
"Secara persentase, anggarannya lebih banyak bersumber dari Kementerian Perikanan serta dukungan dana aspirasi pusat, sementara beberapa item ditopang oleh Dinas Perikanan. Pemanfaatan APBD Induk daerah saat ini memang belum bisa maksimal dikarenakan kondisi fiskal daerah yang masih dalam efisiensi," tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Ramadhan selaku Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Muna Barat, “Sejak Pak Jaelani jadi anggota DPR RI, karena beliau di Komisi IV yang menangani salah satu bidang perikanan, alhamdulillah di Tahun 2026 sudah ada sekitar 2 milyar yang masuk di Muna Barat.”
Muhammad Ramadhan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Bapak Jaelani yang telah membantu Penyuluh Perikanan di daerah, “Kami sebagai perwakilan pelaku usaha perikanan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Pak Jaelani yang telah membantu kami. Bukan hanya pengolahan bahkan di penangkapan itu sudah mulai. Alhamdulillah, ada bantuan perahu, mesin, dan alat tangkap.”
Berdasarkan Lampiran Surat Dinas Kelautan dan Perikanan Nomor 500.5/119/DKP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026, total nilai hibah dari barang yang disalurkan mencapai Rp252.887.654,-. Rincian volume barang beserta klasifikasi sumber anggarannya meliputi:
1. Sumber Anggaran Pusat (APBN - Program Reguler KKP & Dana Aspirasi Komisi IV DPR RI)
• Sarana Pengolahan Ikan - Coolbox (Total 20 Unit, Nilai Hibah Rp25.872.690,-):
o 10 Unit diserahkan kepada Umar Diman (An. Kelompok Metro Politan), Desa Kasimpa Jaya (Dana Aspirasi Komisi IV DPR RI).
o 10 Unit diserahkan kepada Alman (An. Kelompok Metro Indah), Desa Langku-Langku (Dana Aspirasi Komisi IV DPR RI).
• Prasarana Pengolahan Ikan - Freezer (Total 4 Unit, Nilai Hibah Rp23.201.264,-):
o 1 Unit diserahkan kepada Marnida (An. Kelompok Dapur Sultan), Desa Tanjung Pinang (Program Reguler KKP RI).
o 1 Unit diserahkan kepada Eka Sarliani (An. Kelompok Mawar), Desa Latawe (Aspirasi Komisi IV DPR RI).
o 1 Unit diserahkan kepada Misrat Ondo (An. Kelompok Bungka Bulawa), Desa Watumela (Aspirasi Komisi IV DPR RI).
o 1 Unit diserahkan kepada Nurdin (An. Kelompok Pindang Kencana), Desa Suka Damai (Aspirasi Komisi IV DPR RI).
• Peralatan Pengolahan (Total 2 Set, Nilai Hibah Rp25.163.700,-):
o Diserahkan kepada Nurfia dan Nurbina (An. Kelompok Abon Malundra dan Dapur Maginti), Desa Latawe dan Desa Maginti (Kolaborasi Dana Aspirasi Komisi IV DPR RI dan Program Reguler KKP RI).
2. Sumber Anggaran Daerah (APBD Kabupaten Muna Barat 2026)
• Sarana Produksi Udang Vanname (1 Paket, Nilai Hibah Rp80.000.000,-):
o Diserahkan kepada Aswan (An. Kelompok Walega-Lega Lestari), Desa Lasama.
• Bioflok Budidaya Ikan Air Tawar (2 Paket, Nilai Hibah Rp98.650.000,-):
o Diserahkan kepada Maming dan Kusuf Akbar, Desa Wanseriwu dan Desa Waumere.
Meski kondisi keuangan daerah sedang diperketat, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan menegaskan hajat hidup nelayan dan pembudidaya lokal terus diupayakan dengan maksimal demi mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
"Harapan saya selaku kepala dinas, bantuan ini sifatnya untuk memenuhi kebutuhan dan memberi kemudahan kepada kelompok. Hal ini karena Bupati sangat konsen dengan bidang perikanan ditengah efisiensi. Namun, Bupati tetap mengupayakan agar ada tambahan penghasilan secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan," terangnya.
Mengenai keberlanjutan program pengadaan ke depan, Sukarti memastikan komitmen pemberdayaan ini akan terus bergulir secara berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan program Bupati Muna Barat dimana sektor Perikanan menjadi salah satu prioritas.
"Kedepannya, kelompok binaan akan diprioritaskan tanpa mengabaikan usulan dari pemerintah desa setempat. Apa yang kami lakukan sesuai arahan pimpinan yaitu Bupati Muna Barat Laode Darwin sebab sektor perikanan menjadi salah satu program prioritas beliau. Hal inilah yang kami terjemahkan di lapangan dalam rangka pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Sehingga yang kami berikan ini adalah bantuan tahan lama bukan barang habis pakai," pungkas Sukarti.
Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)