Pemkab Mubar Ikuti Launching Serentak Gerakan Gotong Royong Bedah Rumah "Bhakti Adhyaksa untuk Sultra"

Pemkab Mubar Ikuti Launching Serentak Gerakan Gotong Royong Bedah Rumah "Bhakti Adhyaksa untuk Sultra"
PPID.MUNABARAT.GO.ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) mengikuti launching serentak Program Bedah Rumah dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan ke-81. Kegiatan akbar yang mengusung tema Bhakti Adhyaksa untuk Sultra” ini dipusatkan di Kota Kendari dan diikuti secara daring oleh 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara pada Rabu (30/09/2026).

Pemerintah Kabupaten Muna Barat mengikuti kegiatan secara daring di Lorong Kancitala, Kelurahan Konawe, Kecamatan Kusambi. Hadir langsung Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda, serta masyarakat penerima manfaat.

Wakil Bupati Ali Basa menyampaikan apresiasi atas terlaksananya Program Bedah Rumah yang merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak tersebut. Menurutnya, program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan untuk mendapatkan hunian yang lebih layak.

“Pemerintah Kabupaten Muna Barat tentu menyambut baik dan mendukung program ini. Bedah rumah merupakan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya,” ujar Ali Basa.

Ia juga menilai keterlibatan pemerintah, Kejaksaan, BAZNAS, dunia usaha, serta masyarakat menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi. Pemerintah daerah akan terus mendukung dan berkoordinasi agar program-program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Sultra, Punardin, mengungkapkan bahwa gerakan ini berhasil mengumpulkan komitmen dana sementara sebesar Rp8,9 miliar, di luar komitmen tambahan dari PT Antam sebesar Rp1 miliar.

Tidak hanya perusahaan besar, masyarakat umum juga ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Punardin bahkan menyebut ada seorang pedagang asongan di pelataran Masjid Agung yang turut memberikan donasi sebesar Rp13 ribu.

Melalui skema ini, setiap rumah yang dibedah akan mendapatkan alokasi anggaran masing-masing Rp50 juta yang bersumber dari kolaborasi dana APBN serta program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah kategori risiko 1–4 yang datanya selaras dengan visi Asta Cita Presiden RI untuk membangun tiga juta rumah.

Pimpinan BAZNAS Pusat Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Hj. Neyla Saida Anwar, menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program.

“BAZNAS menyalurkan, pemerintah memberi izin, dan masyarakat melaporkan. Kami titip agar rumah ini dirawat dengan baik demi melahirkan generasi bangsa yang lebih berkualitas melalui tempat tinggal yang nyaman,” tuturnya.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto, yang menyatakan bahwa rumah merupakan salah satu indikator utama kesejahteraan dan tempat terbaik untuk merencanakan masa depan.

REI juga berkomitmen memberikan dampak positif terhadap lingkungan dengan memastikan setiap rumah yang dibedah akan ditanami pohon di pekarangannya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Dr. Sugeng, menegaskan bahwa gerakan ini diinisiasi untuk membangkitkan kembali nilai luhur gotong royong sebagai jiwa bangsa Indonesia yang dikelola bersama BAZNAS dan didukung penuh oleh perkumpulan donasi insan Adhyaksa, Tunas Muda Adhyaksa.

“Selama ini program bedah rumah berjalan parsial sehingga belum optimal. Melalui gerakan gotong royong yang masif ini, kita mendampingi Kementerian Perumahan serta Kementerian ATR/BPN guna memastikan legalitas dan kelayakan hunian bagi masyarakat,” tegas Dr. Sugeng.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sultra bersama Wakil Gubernur memberikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan program tersebut. Demi memastikan kesuksesan program, Gubernur Sultra menyatakan akan menambah bantuan secara pribadi sebesar Rp250 juta, disusul tambahan dari PT Antam sebesar Rp50 juta serta tambahan dari sejumlah korporasi lainnya.

“Kita mulai kesejahteraan masyarakat dari rumah, karena awal dari setiap permasalahan sering kali datang dari rumah. Kolaborasi hari ini adalah momentum baik dan strategis yang memperlihatkan cara nyata kita membantu masyarakat,” tegas Gubernur dalam sambutannya.

Acara inti ditandai dengan penyerahan sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama Pimpinan BAZNAS, disusul penyerahan simbolis Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Abdul Rahman, salah satu warga disabilitas penerima manfaat, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya kepada Gubernur dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.

“Saya hanya bisa mengucapkan doa semoga semua yang terlibat diberikan umur panjang dan diangkat derajatnya oleh Allah. Karena kondisi fisik saya, saya memohon agar kelanjutan pembangunan rumah ini tetap dipantau oleh semua pihak,” ungkapnya.

Selain bedah rumah, Pemerintah Provinsi Sultra bersama Kejati Sultra juga membagikan paket sembako kepada 150 masyarakat penerima program bantuan. Acara ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan kepada sejumlah donatur utama seperti pimpinan PT BTN, PT Antam, PT Bumi Nikel, PT Vale, dan PT Ceria Nugraha Indotama.

Sebagai rangkaian akhir acara, Gubernur, Wakil Gubernur, Kajati Sultra, beserta jajaran Forkopimda bergerak ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan peletakan batu pertama pembangunan rumah.

Sementara itu, di Muna Barat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan 12 penerima manfaat Program Bedah Rumah di Kabupaten Muna Barat. Penerima manfaat di antaranya La Maisa, La Musa, La Ena, La Ani, La Bara, dan La Ngkaghughu.

Wakil Bupati Ali Basa kemudian melakukan peletakan batu pertama pada salah satu rumah penerima manfaat sebagai tanda dimulainya pembangunan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat terhadap upaya bersama dalam menghadirkan hunian yang lebih layak bagi masyarakat.

Penulis : Wa Ode hasrana, A.Md (staf Diskominfo-SP)
Editor : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)