PPID.MUNABARAT.GO.ID-Delegasi Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muna Barat (Mubar) menghadiri rapat koordinasi dan Technical Meeting (TM) Jambore Kader PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2026. Pertemuan teknis yang berlangsung di Maritim Center Wakatobi pada Rabu (14/10/2026) ini digelar untuk menyamakan persepsi, mematangkan regulasi perlombaan, sekaligus melakukan pencabutan nomor lot bagi seluruh kontingen kabupaten/kota se-Sultra.
Dalam pencabutan nomor lot tersebut, Muna Barat mendapatkan posisi yang cukup strategis. Pada lomba Defile Yel-Yel, Mubar resmi mendapatkan nomor urut 16. Sementara pada lomba Bola Gotong, kontingen Bumi Praja Laworoku mengamankan nomor urut 1. Sedangkan untuk Lomba Menulis Surat mendapat nomor urut 13. Dalam pencabutan nomor lot tersebut, Muna Barat mendapatkan posisi yang cukup strategis. Pada lomba Defile Yel-Yel, Mubar resmi mendapatkan nomor urut 13. Sementara pada lomba Bola Gotong, keberuntungan berpihak pada kontingen Bumi Praja Laworoku ini dengan berhasil mengamankan nomor urut 1. Seluruh delegasi Mubar juga menyatakan kesiapannya untuk mengikuti rangkaian lomba yang dijadwalkan berlangsung pada 15-16 Oktober 2026.
Pertemuan teknis ini mengesahkan sejumlah aturan resmi untuk berbagai cabang lomba. Pada Lomba Tata Naskah (Membuat Surat) yang mengacu pada hasil Rakernas PKK, peserta dari Muna Barat dan daerah lain akan diuji secara spontan. Saat memasuki ruangan, peserta akan diberikan amplop kosong yang berisi lembar soal, dan mereka wajib menulis surat secara presisi sesuai instruksi di dalam amplop tersebut.
Untuk lomba Defile Yel-Yel, setiap kontingen menyiapkan tim inti berkekuatan 15 orang yang terbagi dari masing-masing Pokja untuk mewakili 5 tema yang ditentukan. Barisan ini terdiri dari 10 orang atraksi dan 5 orang pembawa properti tema, serta didukung oleh 30 orang pengikut di barisan belakang sebagai pelengkap. Sesuai juknis, dua orang kader akan mengenakan pakaian adat khas daerah tanpa ada prosesi pengalungan cendramata di panggung penghormatan. Penampilan dibatasi maksimal 5 menit dengan iringan musik rekaman, di mana sinopsis tim akan dibacakan langsung oleh seksi acara.
Pada kategori lomba ketangkasan, regulasi baru juga diterapkan. Lomba Tampung Air disepakati sebagai lomba kerja sama tim secara langsung (bersama-sama) dan bukan estafet. Lomba ini akan dibagi ke dalam 4 etape dari babak penyisihan hingga final, di mana pemenang ditentukan berdasarkan volume air terbanyak yang ditampung selama 5 menit. Sementara untuk lomba Bakiak, peserta wajib melintasi jalur sepanjang 30 meter dengan cara bakiak diangkat dan bukan diseret. Jika terjatuh, peserta boleh mengulang selama belum menyentuh tanah. Panitia menegaskan tidak ada pemain cadangan, dan pergantian pemain hanya boleh dilakukan sebelum lomba dimulai. Pada lomba Sambung Kata yang menjadi lomba dengan jumlah massa terbesar, panitia memberlakukan sterilisasi lapangan demi menjaga keselamatan, di mana setiap peserta hanya diperbolehkan memegang satu huruf.
Adapun kompetisi adu pengetahuan terkait PKK, langkah Muna Barat di babak penyisihan Lomba Cerdas Cermat (LCC) akan dimulai dari Ruang 2 yang bertempat di SDN 2 Pongo. Di ruangan ini, Mubar akan bersaing ketat dengan kontingen dari Kabupaten Buton Selatan (Busel), Kabupaten Muna, dan Kabupaten Kolaka untuk memperebutkan tiket menuju babak final. Jika berhasil lolos dari fase grup di SDN 2 Pongo ini, Muna Barat akan melangkah ke babak final yang akan diselenggarakan di Gedung Serbaguna Aula Dharma Wanita Wakatobi.
Guna mematangkan persiapan, TP PKK Muna Barat terus berlatih agar dapat menampilkan performa terbaik dan memboyong piala kemenangan pulang Bumi Laworo.
Penulis : Wa Ode Hasrana, A.Md (Staf Diskominfo-SP)
Editor : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik Diskominfo-SP)
TP-PKK Muna Barat Muna Barat Ikuti Technical Meeting Jambore PKK Sultra, Siap Tampil Maksimal di Wakatobi
Galeri Foto